Kamis, 27 Oktober 2016

STRATEGI GLOBAL DAN ORGANISASI PERUSAHAAN INTERNASIONAL



Oleh : Nina Suhartin

STRATEGI GLOBAL DAN ORGANISASI PERUSAHAAN INTERNASIONAL

1.      Strategi Global

Untuk berhasil dalam persaingan pasar globlal sekarang ini, suatu perusahaan tentunya harus mampu mengatur perencanaan strategisnya secara cermat demi menghadapi tantangan-tantangan global yang ada di depan mata. Strategi internasional berkaitan dengan cara perusahaan membuat pilihan-pilihan fundamental mengenai pengembangan dan penggunaan sumber daya yang langka secara internasional (Porter, 1996: 61). Keefektifan strategi internasional suatu perusahan dapat dilihat dari seberapa konsisten antara fungsi, produk, dan unit regional perusahaan dengan tuntunan dari lingkungan internasional yang semakin kompetitif. Sasaran dari strategi internasional adalah untuk mencapai dan mempertahankan posisi kompetitif yang unik dan bernilai baik di dalam suatu negara maupun secara global, posisi yang disebut sebagai keunggulan kompetitif atau competitive advantage (Ball, 2007: 169). Keunggulan kompetitif tersebut perlu dikembangkan untuk menghadapi beragam tantangan, baik dalam hal sumber daya, waktu, bakat, dan uang yang tergolong langka.

Perusahaan pada dasarnya memiliki dua strategi berbeda yang dapat digunakan untuk bersaing secara internasional, yaitu strategi multinasional dan strategi global.
·         Strategi multinasional cenderung digunakan ketika terdapat tekanan yang kuat terhadap perusahaan untuk menyesuaikan produk atau jasanya dengan pasar lokal (Ball, 2007: 181). Dalam hal ini, pengambilan keputusan cenderung didesentralisasi untuk memungkinkan perusahaan memodifikasi produknya dan merespon secara cepat terhadap persaingan dan permintaan lokal (Ball, 2007: 181).
·         Strategi global sering digunakan ketika perusahaan cenderung menghadapi tekanan yang kuat untuk mengurangi biaya dan tekanan yang terbatas untuk menyesuaikan produknya dengan pasar lokal (Ball, 2007: 180). Strategi ini umum digunakan pada industri-industri seperti semikonduktor atau pesawat terbang komersial besar. Dibalik itu semua, strategi global juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan kemampuan untuk menyesuaikan dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan pelanggan lintas pasar nasional atau regional dan meningkatnya biaya tarif dan transportasi akibat kegiatan ekspor produk dari lokasi produksi yang tersentralisasi (Ball, 2007: 181). Strategi dan pengambilan keputusan biasanya di pusatkan di kantor pusat, dan perusahaan cenderung menawarkan produk dan jasa yang terstandardisasi. Kantor di luar negri di harapkan untuk mengadopsi strategi paling efisien yang di temukan di seluruh perusahaan. Aktifitas rantai nilai biasanya di tempatkan di hanya satu atau sedikit lokasi geografis untuk membantu perusahaan mencapai pengurangan biaya akibat adanya skala ekonomi. Anak perusahaan internasional di harapkan mengirimkan informasi ke kantor pusat dan mengikuti pengendalian terpusat yang di terapkan oleh kantor pusat.

Ø  Perencanaan Strategis Global
Perusahaan menghadapi serangkaian politik, ekonomi, sosial, tekonologi, hukum, dan kekuatan lingkungan yang makin kompleks, global, dan tunduk pada perubahan yang sangat cepat.
Perencanaan Strategis membantu memastikan bahwa pengambil keputusan telah memiliki pemahaman yang sama mengenai bisnis, strategi, asumsi di balik strategi, tekanan lingkungan bisnis eksternal, dan keputusan mereka sendiri, juga termasuk mempromosikan konsistensi tindakan antarmanajer di perusahaan tersebut di seluruh dunia. Rencana strategis juga mendorong partisipan untuk mempertimbangkan dampak tindakan mereka di area geografis dan fungsional lain di perusahaan. Rencana ini menyediakan landasan menyeluruh, sistematis untuk meningkatkan pertanyaan kunci mengenai harus menjadi apa bisnis dan untuk membuat keputusan mengenai sumber daya dan kompetensi apa yang harus dikembangkan perusahaan, kapan dan bagaimana untuk mengembangkannya, dan bagaimana menggunakan kompetensi tersebut untuk mencapai keunggulan kompetitif. Hal ini ditujukan untuk membantu organisasi untuk merespons secara lebih efektif terhadap tantangan dibandingkan dengan pesaingnya. Perencanaan strategis juga ditujukan untuk membantu meningkatkan kemungkinan inovasi strategis, mempromosikan pengembangan, menangkap, dan aplikasi dari ide – ide baru untuk mendorong kesuksesan didalam menantang lingkungan yang kompetitif. McKinsey Global survey mengungkapkan bahwa 85 persen responden memandang lingkungan bisnis perusahaan mereka “lebih kompetitif” atau “jauh lebih kompetitif” dibandingkan lima tahun lalu, dengan intensitas persaingan yang meningkat baik untuk perusahaan kecil maupun besar dan di seluruh industri. Meskipun ada keluhan mengenai tantangan untuk mengimplementasikan usaha perencanaan secara efektif, terutama di dalam perusahaan yang besar dan berskala internasional, survey Bain & Company’s Management fools & Trends 2007 melaporkan bahwa perencanaan strategis terus menjadi alat manajemen yang paling banyak digunakan di kalangan eksekutif global, dan ini adalah alat dengan tingkat laporan kepuasan tertinggi.

Ø  Proses Perencanaan Strategis Global
Perencanaan strategis global adalah fungsi utama manajer perusahaan, dan manajer akhir dari perencanaan strategis dan pembuatan strategi di perusahaan adalah direktur utama perusahaan (chief executive officer-CEO). Proses perencanaan strategis menyediakan struktur formal dimana manajer:
(1) menganalisis lingkungan eksternal perusahaan,
(2) menganalisis lingkungan internal perusahaan,
(3) mendefinisikan bisnis dan misi perusahaan,
(4) menetapkan tujuan perusahaan,
(5) menguantifikasi tujuan,
(6) memformulasikan strategi,
(7) membuat perencanaan taktis.

2.      Organisasi Perusahaan Internasional

Ø  Pengertian Perusahaan Internasional
Perusahaan Internasional adalah suatu unit kegiatan yang sudah memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa keluar dari Negara asalnya untuk memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis dikala pasar yang ada di dalam negeri sudah berada dalam tahap jenuh , sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional perusahaan harus mampu beradaptasi di semua bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial.

a.       Bentuk-bentuk dan Fungsi Organisasi Perusahaan Internasional

1.      Bentuk organisasi perusahaan global-produk
Divisi produk domestic telah diberikan tanggung jawab atas operasi linier.
2.      Bentuk organisasi perusahaan global-geografis
Wilayah regionalnya merupakan basis utama bagi divisi.
3.      Bentuk organisasi perusahaan global-fungsi
Bahwa keahlian fungsional tingkat dunia lebih signifikan bagi perusahaan di banding dengan pengetahuan produk dan area.
4.      Bentuk organisasi hibrida
Bauran dari bentuk organisasi-organisasi digunakan pada tingkat puncak dan bias ada atau tidak ada di tingkat yang lebih rendah. Merupakan hasil kombinasi perusahaan yang diorganisasikan secara regional
5.      Bentuk organisasi matrix
Revolusi dari usaha menejemen untuk membaurkan keahlian dalam produk, wilayah dan fungsional. Didasarkan pada struktur organisasi yang terdiri dari satu atau lebih struktur organisasional yang digabungkan dalam suatu usaha untuk mencampurkan keahlian produk,regional,fungsional,dan keahlian lainnya.

b.      Contoh Organisasi Perusahaan Internasional

1.      Asia Pasific Economic Coorperation (APEC)
APEC merupakan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dikawasan asia pacific terbentuk pada bulan november 1989, terdiri dari Negara anggota ASEAN, Kanada, Amerika Serikat,Mexico, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Korea Selatan, China, Jepang, Taiwan, Hongkong, dan Chili.
2.      ASEAN Free Trade Area ( AFTA)
AFTA merupakan bentuk kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dikawasan ASEAN yang terbentuk pada Januari 1992 yang bertujuan untuk meningkatkan: perdagangan, spesialisasi, ekspor, kegiatan produksi sesame anggota ASEAN serta masuknya investasi dari luar anggota ASEAN.
3.      Nort American Free Trade Area (NAFTA)
NAFTA merupakan kawasan perdagangan bebas antara Kanada, Amerika Serikat, dan Mexico terbentuk pada tanggal 12 Agustus 1992 dan mulai aktiv pada tahun 2004 bertujuan: meningkatkan kegiatan ekonomi, standarisasi, perlindungan konsumen(keselamatan, kesehatan, keserasian lingkungan) serta pengaturan import dan produksi sesame anggota.
4.      Uni Europe (UEO)
Merupakan kerjasama ekonomi Negara-negara Eropa yang terbentuk pada 1 Januari 1993 yang bertujuan tercapainya lalu lintas bebas barang , jasa, modal, dan tenaga kerja.


Sumber:
Chikaflose.blogspot.com/2016/02/organisasi-perusahaan-internasional.html
Kyukinime.blogspot.com/2016/01/strategi-kompetitif-internasional.html
Dinarprisca. blogspot.com/2011/11/strategi- internasional-dan- organisasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar