Oleh : Nina Suhartin
STRATEGI GLOBAL DAN ORGANISASI PERUSAHAAN INTERNASIONAL
1.
Strategi
Global
Untuk berhasil dalam persaingan pasar
globlal sekarang ini, suatu perusahaan tentunya harus mampu mengatur
perencanaan strategisnya secara cermat demi menghadapi tantangan-tantangan
global yang ada di depan mata. Strategi internasional berkaitan dengan cara
perusahaan membuat pilihan-pilihan fundamental mengenai pengembangan dan
penggunaan sumber daya yang langka secara internasional (Porter, 1996: 61).
Keefektifan strategi internasional suatu perusahan dapat dilihat dari seberapa
konsisten antara fungsi, produk, dan unit regional perusahaan dengan tuntunan
dari lingkungan internasional yang semakin kompetitif. Sasaran dari strategi
internasional adalah untuk mencapai dan mempertahankan posisi kompetitif yang
unik dan bernilai baik di dalam suatu negara maupun secara global, posisi yang
disebut sebagai keunggulan kompetitif atau competitive advantage (Ball, 2007:
169). Keunggulan kompetitif tersebut perlu dikembangkan untuk menghadapi
beragam tantangan, baik dalam hal sumber daya, waktu, bakat, dan uang yang tergolong
langka.
Perusahaan pada dasarnya memiliki dua
strategi berbeda yang dapat digunakan untuk bersaing secara internasional,
yaitu strategi multinasional dan strategi global.
·
Strategi
multinasional cenderung digunakan ketika terdapat tekanan yang kuat terhadap
perusahaan untuk menyesuaikan produk atau jasanya dengan pasar lokal (Ball,
2007: 181). Dalam hal ini, pengambilan keputusan cenderung didesentralisasi
untuk memungkinkan perusahaan memodifikasi produknya dan merespon secara cepat
terhadap persaingan dan permintaan lokal (Ball, 2007: 181).
·
Strategi
global sering digunakan ketika perusahaan cenderung menghadapi tekanan yang
kuat untuk mengurangi biaya dan tekanan yang terbatas untuk menyesuaikan
produknya dengan pasar lokal (Ball, 2007: 180). Strategi ini umum digunakan
pada industri-industri seperti semikonduktor atau pesawat terbang komersial
besar. Dibalik itu semua, strategi global juga menghadapi tantangan seperti
keterbatasan kemampuan untuk menyesuaikan dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan
pelanggan lintas pasar nasional atau regional dan meningkatnya biaya tarif dan
transportasi akibat kegiatan ekspor produk dari lokasi produksi yang
tersentralisasi (Ball, 2007: 181). Strategi dan pengambilan keputusan biasanya
di pusatkan di kantor pusat, dan perusahaan cenderung menawarkan produk dan
jasa yang terstandardisasi. Kantor di luar negri di harapkan untuk mengadopsi
strategi paling efisien yang di temukan di seluruh perusahaan. Aktifitas rantai
nilai biasanya di tempatkan di hanya satu atau sedikit lokasi geografis untuk
membantu perusahaan mencapai pengurangan biaya akibat adanya skala ekonomi.
Anak perusahaan internasional di harapkan mengirimkan informasi ke kantor pusat
dan mengikuti pengendalian terpusat yang di terapkan oleh kantor pusat.
Ø Perencanaan Strategis Global
Perusahaan menghadapi serangkaian
politik, ekonomi, sosial, tekonologi, hukum, dan kekuatan lingkungan yang makin
kompleks, global, dan tunduk pada perubahan yang sangat cepat.
Perencanaan Strategis membantu
memastikan bahwa pengambil keputusan telah memiliki pemahaman yang sama
mengenai bisnis, strategi, asumsi di balik strategi, tekanan lingkungan bisnis
eksternal, dan keputusan mereka sendiri, juga termasuk mempromosikan
konsistensi tindakan antarmanajer di perusahaan tersebut di seluruh dunia.
Rencana strategis juga mendorong partisipan untuk mempertimbangkan dampak
tindakan mereka di area geografis dan fungsional lain di perusahaan. Rencana
ini menyediakan landasan menyeluruh, sistematis untuk meningkatkan pertanyaan kunci
mengenai harus menjadi apa bisnis dan untuk membuat keputusan mengenai sumber
daya dan kompetensi apa yang harus dikembangkan perusahaan, kapan dan bagaimana
untuk mengembangkannya, dan bagaimana menggunakan kompetensi tersebut untuk
mencapai keunggulan kompetitif. Hal ini ditujukan untuk membantu organisasi
untuk merespons secara lebih efektif terhadap tantangan dibandingkan dengan
pesaingnya. Perencanaan strategis juga ditujukan untuk membantu meningkatkan
kemungkinan inovasi strategis, mempromosikan pengembangan, menangkap, dan
aplikasi dari ide – ide baru untuk mendorong kesuksesan didalam menantang
lingkungan yang kompetitif. McKinsey Global survey mengungkapkan bahwa 85
persen responden memandang lingkungan bisnis perusahaan mereka “lebih kompetitif”
atau “jauh lebih kompetitif” dibandingkan lima tahun lalu, dengan intensitas
persaingan yang meningkat baik untuk perusahaan kecil maupun besar dan di
seluruh industri. Meskipun ada keluhan mengenai tantangan untuk
mengimplementasikan usaha perencanaan secara efektif, terutama di dalam
perusahaan yang besar dan berskala internasional, survey Bain & Company’s
Management fools & Trends 2007 melaporkan bahwa perencanaan strategis terus
menjadi alat manajemen yang paling banyak digunakan di kalangan eksekutif
global, dan ini adalah alat dengan tingkat laporan kepuasan tertinggi.
Ø Proses Perencanaan Strategis Global
Perencanaan strategis global adalah
fungsi utama manajer perusahaan, dan manajer akhir dari perencanaan strategis
dan pembuatan strategi di perusahaan adalah direktur utama perusahaan (chief
executive officer-CEO). Proses perencanaan strategis menyediakan struktur formal
dimana manajer:
(1) menganalisis lingkungan eksternal perusahaan,
(2) menganalisis lingkungan internal perusahaan,
(3) mendefinisikan bisnis dan misi perusahaan,
(4) menetapkan tujuan perusahaan,
(5) menguantifikasi tujuan,
(6) memformulasikan strategi,
(7) membuat perencanaan taktis.
2.
Organisasi
Perusahaan Internasional
Ø Pengertian Perusahaan Internasional
Perusahaan Internasional adalah suatu
unit kegiatan yang sudah memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk
baik barang maupun jasa keluar dari Negara asalnya untuk memperoleh keuntungan
dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh
suatu perusahaan bisnis dikala pasar yang ada di dalam negeri sudah berada
dalam tahap jenuh , sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi.
Dengan memasuki pasar internasional perusahaan harus mampu beradaptasi di semua
bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan
permasalahan sosial.
a.
Bentuk-bentuk
dan Fungsi Organisasi Perusahaan Internasional
1.
Bentuk
organisasi perusahaan global-produk
Divisi produk domestic telah diberikan tanggung jawab atas
operasi linier.
2.
Bentuk
organisasi perusahaan global-geografis
Wilayah regionalnya merupakan basis utama bagi divisi.
3.
Bentuk
organisasi perusahaan global-fungsi
Bahwa keahlian fungsional tingkat dunia lebih signifikan bagi
perusahaan di banding dengan pengetahuan produk dan area.
4.
Bentuk
organisasi hibrida
Bauran dari bentuk organisasi-organisasi digunakan pada
tingkat puncak dan bias ada atau tidak ada di tingkat yang lebih rendah.
Merupakan hasil kombinasi perusahaan yang diorganisasikan secara regional
5.
Bentuk
organisasi matrix
Revolusi dari usaha menejemen untuk membaurkan keahlian dalam
produk, wilayah dan fungsional. Didasarkan pada struktur organisasi yang
terdiri dari satu atau lebih struktur organisasional yang digabungkan dalam
suatu usaha untuk mencampurkan keahlian produk,regional,fungsional,dan keahlian
lainnya.
b.
Contoh
Organisasi Perusahaan Internasional
1.
Asia
Pasific Economic Coorperation (APEC)
APEC merupakan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan
dikawasan asia pacific terbentuk pada bulan november 1989, terdiri dari Negara
anggota ASEAN, Kanada, Amerika Serikat,Mexico, Australia, Selandia Baru, Papua
Nugini, Korea Selatan, China, Jepang, Taiwan, Hongkong, dan Chili.
2.
ASEAN
Free Trade Area ( AFTA)
AFTA merupakan bentuk kerjasama ekonomi yang saling
menguntungkan dikawasan ASEAN yang terbentuk pada Januari 1992 yang bertujuan
untuk meningkatkan: perdagangan, spesialisasi, ekspor, kegiatan produksi sesame
anggota ASEAN serta masuknya investasi dari luar anggota ASEAN.
3.
Nort
American Free Trade Area (NAFTA)
NAFTA merupakan kawasan perdagangan bebas antara Kanada,
Amerika Serikat, dan Mexico terbentuk pada tanggal 12 Agustus 1992 dan mulai
aktiv pada tahun 2004 bertujuan: meningkatkan kegiatan ekonomi, standarisasi,
perlindungan konsumen(keselamatan, kesehatan, keserasian lingkungan) serta
pengaturan import dan produksi sesame anggota.
4.
Uni
Europe (UEO)
Merupakan kerjasama ekonomi Negara-negara Eropa yang
terbentuk pada 1 Januari 1993 yang bertujuan tercapainya lalu lintas bebas
barang , jasa, modal, dan tenaga kerja.
Sumber:
Chikaflose.blogspot.com/2016/02/organisasi-perusahaan-internasional.html
Kyukinime.blogspot.com/2016/01/strategi-kompetitif-internasional.html
Dinarprisca. blogspot.com/2011/11/strategi- internasional-dan-
organisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar